Site Loader
Rock Street, San Francisco

Transportasi online adalah transportasi yang berbasis
aplikasi online yang sudah sangat banyak digunakan oleh masyarakat sebagai
sarana transportasi kemana saja karena sifat dan penggunaannya yang mudah
efesien dan efektif. Transportasi online sudah menjadi sarana angkutan yang
paling banyak digemari oleh masyarakat khusus nya masyarakat yang mempunyai
aktivitas padat seperti pegawai perkantoran. Namun, keberadaan transpotasi
online tersebut menyebabkan pro dan kontra serta beberapa kondisi yang
mengganggu stabilitas ketertiban di masyarakat. Transportasi online tersebut
juga sudah menyebar luas di berbagai kota Indonesia. Namun, apakah transportasi
tersebut sudah menjadi solusi yang tepat sebagai sarana transportasi di dalam
perkotaan? Selain itu apakah transportasi online menyebabkan monopli bagi
transportasi lainnya seperti angkutan konvensional dan transportasi umum. Masih
banyak pertanyaan yang timbul untuk penggunaan dan penerapan serta perizinan
transportasi online di Indonesia.

            Di sejumlah
daerah atau kota di Indonesia telah dilakukan pengurusan atau per-izinan pada
transportasi yang berbasis online. Tidak hanya itu, perizinan perihal
transportasi online juga direncanakan akan lebih mudah dengan tidak diwajibkan
lagi untuk hadir di instansi terkait. Dengan kata lain yang bersangkutan dapat
melakukan pengurusan izin lewat sistem online. Namun ada beberapa syarat yang
harus dijalankan oleh pengemudi transportasi online seperti KIR, Stiker, kuota
dan tarif batas mengingat masih adanya transportasi konvensional yang beroprasi
agar tidak ada ketimpangan diantara kedua sarana transportasi tersebut. Seperti
yang di sebutkan Menteri Perhubungan Budi
Karya Sumadi, apa yang sudah dilakukan pemerintah terkait telah di
sosialisasikan dengan baik, dan terakhir pemerintah sudah menetapkan PM 26
sebagai landasan acuan (Dolorosa,G,N,
2017). 1Tetapi, walaupun demikian
masih banyak problemamatika yang bermunculan mengenai pro dan kontra izin
transportasi online tersebut. Terutama dari kalangan transportasi konvensional
yang mengatakan bahwa transportasi online bersifat memonopoli dan mengancam
keberlangsungan transportasi konvensional seperti angkutan kota, ojek pangkalan
dan yang lainnya. Sudah banyak aksi demo yang dilakukan oleh kalangan
transportsi konvensional agar diberhentikannya pengoperasian dari trasportasi
online tersebut. Namun seharusnya hal tersebut tidak dilakukan oleh masyarakat
yang bekerja sebagai pengemudi transportasi konvensional tersebut. Kehadiran
sarana transportasi online tidak dapat di hindari mengingat zaman yang sudah
semakin maju dan teknologi yang semakin mumpuni. Terlebih lagi bahwa
transportasi online sudah menjadi pilihan utama bagi masyarakat luas untuk
melakukan kegiatan ke berbagai tempat. Menurut pengamat tranportasi ITB Ofyar Tamin, di tengah kemajuan
teknologi seperti sekarang ini keberadaan taksi online tidak bisa di hindari,
selain itu taksi online juga mendapat tempat dihati masyarakat sebagai pengguna
jasa transportasi tersebut(Solehudin, Mochamad, 2017)2. Transportasi berbasis online
juga lebih baik dibandingkan konvensional dikarenakan pelayanannya yang baik
dan memenuhi standar sehingga memberikan kenyamanan bagi penumpangnya. Selain
itu transportasi online juga mempunyai pelayanan  menjemput dan mengantar penumpang hingga ke tempat
tujuan. Tidak sampai disitu, transportasi tersebut juga memberikan harga yang
terjangkau dan murah bagi kalangan masyarakat. Dibandingkan dengan transportasi
konvesional seperti angkutan kota dan ojek pangkalan, belum memberikan
pelayanan dan kenyamanan sama sekali bagi penumpangnya sehingga menimbulkan
rasa tidak nyaman bagi pemakai jasa transportasi konvensional tersebut.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Di
sejumlah provinsi atau kota juga terdapat beberapa larangan yang di terapkan
oleh pemerintah, seperti di kota bandung dan daerah D.I Yogyakarta. Namun
larangan tersebut mendapat penolakan dari masyarakat yang tidak setuju jika
larangan tersebut diberlakukan kepada transportasi berbasis online. Menurut
sosiolog Musni Umar, beberapa
penolakan masyarakat terhadap petisi pemerintah di beberapa daerah dengan
adanya larangan sementara beroperasinya transportasi online disebabkan
pentingnya kebutuhan masyarakat kepada jasa transportasi tersebut. Musni juga mengatakan bahwa pemerintah
tidak mungkin dapat melarang izin operasi tersebut dikarenakan sudah menjadi
kebutuhan yang mengikat(Fauzi, 2017)3. Berbicara mengenai payung
hukum, transportasi online mempunyai izin dan dasar hukum yang sah sebagai
salah satu transportasi yang digunakan oleh masyarakat umum. Seperti yang
dikutip dari pakar Hukum Tata negara Margarito
Kamis, mengatakan bahwa Payung hukum yang mengatur Transportasi Online,
masih berkekuatan Hukum yang sah serta pasal lain nya yang tidak dianulir tetap
berlaku dan harus di Taati(RO/E-1,2017)4.

            Transportasi
online kini sudah menjadi pilihan bagi masyarakat luas baik itu di kalangan
muda dan lainnya. Transportasi yang berbsis online tersebut juga mempunyai
standar pelayanan yang cukup memuaskan bagi pengguna jasa tersebut dibandingkan
dengan transportasi konvensional. Sudah seharusnya pemerintah dapat mengambil
kebijakan yang tepat agar keberadaan transportasi online tersebut mendapat
tempat dan hukum yang kuat agar tidak menjadi sumber problematika khususnya di
kalangan transportasi konvensional demi kenyamanan masyarakat. Sudah sepatutnya
transportasi konvensional harus dapat menerima keberadaan dari transportasi
online tersebut karena cepat atau lambat teknologi tersebut akan menjadi
transportasi masa depan. Dan alangkah baiknya jika pelaku industri transportasi
konvensional menerima untuk bermigrasi kedalam transportasi yang berbasis
online.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eunice!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out