Site Loader
Rock Street, San Francisco

PT Wijaya Karya
adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang
kontruksi dan manufaktur, Saat ini WIKA memiliki 6 Strategic Business Unit
(SBU) yang terdiri dari konstruksi (Kontruksi sipil dan konstruksi Bangunan
Gedung), Industri Beton Pra cetak, Mekanikal Elektrikal, Real Estate dan
Industri Lainnya yang bertujuan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction
(EPC) dan Investasi. Dalam bidang mekanikal eletrikal WIKA mempunyai anak
perusahaan yang bernama WIK(wika industri dan kontruksi) dalam WIK mempunyai
tiga plant, yaitu plant casting,
plant plastik, dan yang terakhir plant pressing.

Pada plant pressing terdapat pembuatan tabung
gas elpiji berukuran kecil dan besar, dan tabung compressor. Ketika pembuatan tabung, Besi yang dipress dan dibentuk
badan tabung, hand guard, foot ring, neck ring, valve dan proses proses yang dilakukan adalah pressing, cutting, assembling, finishing,
dan painting. PT WIK tidak hanya
membuat tabung tetapi me-reparasi tabung yang sudah berkarat di Body dalamnya, membersihkan karat pada
tabung dapat dilakukan dengan pasir silika yang terdorong dengan angin
bertekanan tinggi. Peneliti terdahulu telah menggambarkan sebuah usulan mesin sandblasting yang akan mempermudah
proses pembersihan karat dengan proses tersebut secara otomasi. Berikut adalah
desain dari mesin sandblasting yang
ditampilkan pada Gambar I.1

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Gambar I. 1 Desain Mesin Sandblasting

(Sumber : Ikbal Y. , 2017)

 

Gambar diatas merupakan mesin sandblasting dengan tingkat fleksibilitas
yang tinggi untuk berbagai jenis tabung yang direparasi dan berguna untuk
menghilangkan karat dalam body
tabung. Pada tahap proses sandblasting
diawali dengan pengisian pasir pada corong mesin. Selanjutnya, pasir yang jatuh
ke dalam pipa akan didorong dengan angin dari compressor yang bertekanan 5.5
Hp. Pasir akan keluar melalui spray gun
bercabang lima tepat mengenai kotoran yang terdapat pada bagian dalam tabung.
Pengisian pasir pada rancangan mesin ini masih dilakukan secara manual,
operator tetap harus mengangkat karung berisikan pasir ke bagian corong mesin.berikut gambar serta ukuran tinggi minimal dan maksimal
dari mesin sandblasting yang
dijelaskan pada Gambar I.2.

Gambar I. 2 Mesin Sandblasting Ukuran Minimal 200 cm

(Sumber : Ikbal
Y. 2017)

Gambar I. 3 Mesin Sandblasting Ukuran Maksimal 290 cm

(Sumber : Ikbal
Y. 2017)

 

Adanya tinggi minimal dan
maksimal pada mesin sandblasting
dikarenakan perbedaan ukuran tabung yang akan direparasi. Berikut ukuran-ukuran
tabung yang akan direparasi yang dijabarkan pada Tabel I.1

Tabel I. 1 Daftar Tabung Yang Akan Direparasi di PT.WIK

No

Jenis Tabung

Ukuran Tabung (r x t (Cm))

Waktu Proses Sandblasting (Menit)

1

Tabung Gas 3 Kg

13 x 30

2

2

Tabung Gas 12 Kg

14 x 74

4

3

Tabung Compressor

15 x 130

7

4

Tabung Truk HINO

20 x 100

9

5

Tabung Oksigen

12 x 148

6

(Sumber: PT. WIKA INDUSTRI & KONTRUKSI, 2017)

Pada ukuran tinggi minimal dan maksimal mesin sandblasting telah melebihi batas
ketinggian operator, dengan rata-rata tinggi operator PT WIK hanya 172 cm.
Berikut data rata-rata tinggi dari operator proses reparasi tabung yang
dijabarkan pada Tabel I.2.

Tabel I. 2 Data Tinggi Operator

NO

NAMA

UMUR (tahun)

TINGGI (cm)

1

Ali

20

175

2

Aris S.P.

21

175

3

Dede W.

19

175

4

Durojat A.

23

169

5

Dwiki

20

173

6

Edi K.

22

175

7

Endo

20

175

8

Iman S.R.

20

165

9

Iyan S.P.

21

170

10

Ogi N.

20

172

11

Purwandi

23

169

12

Roy

21

175

13

Supardi

23

170

(Sumber: PT. WIKA INDUSTRI & KONTRUKSI, 2017)

 

Tanpa alat bantu, operator akan
menuangkan pasir secara manual. Proses tersebut membuat operator tidak nyaman
dengan pekerjaannya. Dalam ilmu ergonomi postur tubuh yang baik saat melakukan
pekerjaan, dapat meningkatkan 
produktivitas. Untuk menganalisis postur tubuh operator digunakan tools OWAS (Ovako Working Posture Analysis). OWAS merupakan suatu metode untuk
mengevaluasi dan menganalisa sikap kerja yang tidak nyaman. Metode tersebut memberikan informasi mengenai seberapa pentingnya postur
dalam bekerja harus diubah/dibantu dan dapat membuat pekerjaannya terasa nyaman
(O. Karhu,1981). Berikut postur tubuh yang ada
pada OWAS dan nilai yang dialami operator yang digamabr kan pada Gambar I.4.

 

Punggung

 

(1) Lurus

(2) Bungkuk

(3) Lurus dan Memutar

(4) Bungkuk dan memutar

Tubuh bagian atas

 

(1) Kedua lengan sejajar atau
di bawah bahu

(2) Satu lengan berada di atas
bahu, lurus

(3) Kedua lengan di atas bahu

Tubuh bagian bawah

(1) Bertumpu pada kedua kaki,
lurus

(2) Bertumpu pada satu kaki,
lurus

(3) Bertumpu pada kedua kaki,
menekuk

(4) Bertumpu pada satu kaki,
menekuk

(5) Bertumpu pada satu kaki,
berlutut

(6) Badan digerakkan oleh
kedua kaki

(7)
Kedua kaki menggantung

 

Gambar I. 4 Postur Tubuh Pada OWAS

(sumber dari Karhu et al dalam Applied Ergonomics, 1981)

 

Tabel I. 3 Penilaian
Yang Dialami Operator

BACK

ARMS

1

2

3

4

5

6

7

LEGS

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

2

3

USE OF FORCE

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

2

2

2

2

2

2

1

1

1

1

1

1

 

2

1

1

1

1

1

1

1

1

1

2

2

2

2

2

2

1

1

1

1

1

1

 

3

1

1

1

1

1

1

1

1

1

2

2

2

2

2

2

1

1

1

1

1

1

 

2

1

2

2

3

2

2

3

2

2

3

3

3

3

3

3

3

2

2

2

2

3

3

 

2

2

2

3

2

2

3

2

3

3

3

4

4

3

4

4

3

3

4

2

3

4

 

3

3

3

4

2

2

3

3

3

3

3

4

4

4

4

4

4

4

4

2

3

4

 

3

1

1

1

1

1

1

1

1

1

2

3

3

3

4

4

4

1

1

1

1

1

1

 

2

2

2

3

1

1

1

1

1

2

4

4

4

4

4

4

3

3

3

1

1

1

 

3

2

2

3

1

1

1

2

3

3

4

4

4

4

4

4

4

4

4

1

1

1

 

4

1

2

3

3

2

2

3

2

2

3

4

4

4

4

4

4

4

4

4

2

3

4

 

2

3

3

4

2

3

4

3

3

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

2

3

4

 

3

4

4

4

2

3

4

3

3

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

2

3

4

 

Nilai Kategori

Aksi Kategori

1

Tidak diperlukan perbaikan

2

Perlu dilakukan perbaikan

3

Perbaikan perlu dilakukan secepat / sesegera mungkin

4

Perbaikan perlu dilakukan sekarang juga

(Sumber : Karhu et al dalam Applied Ergonomics, 1981)

Dari Tabel I.3 dapat dilihat
bahwa proses pengisian pasir secara manual yang dilakukan oleh operator
mempunyai nilai untuk back (punggung)
adalah 3, arms (lengan) adalah 3, legs (kaki) adalah 1, use of force (beban) adalah 3, dari
nilai tersebut harus dilakukan perbaikan sesegera mungkin.

Penyebab permasalahan diatas dapat di-improve
dengan mengidentifikasi hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menanggulangi
permasalahan yang ada. Berikut alternatif yang bisa dilakukan untuk
menanggulangi permsalahan tersebut.

Tabel I. 4 Kelebihan dan Kekurangan Alternatif
Usulan

Alternatif
Usulan

Kelebihan

Kekurangan

Memberikan alat
bantu berupa tangga untuk membuat operator mudah menuangkan pasir ke dalam
corong

1.    Praktis dalam
menyediakannya karena pabrik sudah mempunyai alat bantu tersebut tanpa harus
membuatnya atau membelinya lagi

1.        
Proses penuangan pasir masih dilakukan secara
manual dan operator masih merasakan ketidaknyamanan
 
2.        
Resiko dalam proses penuangan pasir bisa sangat
mungkin terjadi

Membuat rancangan
alat bantu untuk proses penuangan pasir secara otomatis

1.     Rancangan alat
bantu akan mempermudah proses penuangan pasir karena dilakukannya secara
otomatis
2.     Rancangan alat
bantu ini akan mengurangi resiko yang mungkin terjadi kepada operator
3.     Pada proses
pengisian pasir terasa lebih cepat dan nyaman

1.           
Perusahaan harus menyiapkan anggaran dalam proses
pembuatan alat bantu ini

 

Tabel I.4 menjelaskan apa saja alternatif yang bisa dilakukan beserta
kelebihan dan kekurangannya dari masing-masing alternatif, manajer produksi
pabrik pressing sepakat dengan
peneliti untuk memilih membuat rancangan alat bantu pada proses penuangan pasir
secara otomatis karena akan mempermudah aktivitas operator dan pembuatan alat
ini menggunakan alat-alat yang sudah ada di pabrik pressing ini, hanya melakukan sedikit modifikasi produk. Pembuatan
alat bantu ini menggunakan pendekatan pengembangan produk rasional menurut
Nigel Cross (2008). Rancangan desain usulan ini, proses pengisian pasir ke
mesin sandblasting akan lebih nyaman,
dan sesuai dengan keinginan operator.

I.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang dapat
dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bagaimana rancangan alat bantu yang
dibutuhkan untuk mempermudah aktivitas operator pada pengisian pasir mesin sandblasting dipabrik pressing PT.WIK?

I.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini berdasarkan perumusan masalah adalah:

Merancang
alat bantu yang dibutuhkan untuk mempermudah aktivitas operator pada pengisian pasir mesin sandblasting
di pabrik
pressing PT.WIK.  

I.4 Batasan
Penelitian

Berikut
adalah batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini :

1.     
Penelitian
ini hanya dilakukan pada proses Sandblasting
pada plant pressing PT WIK.

2.      Penelitian
hanya sampai pada tahap Evaluating
Alternatives pada metode rasional menurut Nigel Cross (2000).

3.      Rancangan
alat bantu ini menggunakan kondisi layout
existing pada perusahaan.

4.      Keluaran
dari penelitian ini hanyalah berupa rancangan alat bantu mesin sandblasting.

5.      Tidak
menganalisa proses otomatisasi pada alat bantu.

6.      Penelitian
ini tidak sampai tahap testing pada hasil usulan rancangan alat bantu.

7.      Penelitian
ini hanya membahas sembilan fungsi utama maupun pendukung pada rancangan alat
bantu.

I.5 Manfaat
Penelitian

Manfaat
yang diberikan dengan adanya penelitian ini adalah :

1.     
Manfaat
bagi penulis adalah mampu menerapkan ilmu perancangan produk dan cara
penyelesaikan sebuah masalah.

2.     
Masukan
untuk PT.WIK desain alat bantu yang mampu membantu kinerja dari operator pada
proses sandblasting.

3.     
Memberikan
referensi bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan perancangan alat bantu ke
tahap yang lebih lanjut.

I.6 Sistematika
Penulisan

Penelitian
ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

Pada bab pendahuluan ini akan diuraikan mengenai latar
belakang permasalahan penelitian, serta menerangkan alasan pengambilan topik
permasalahan untuk penelitian, lalu menerangkan tentang tujuan yang akan
dicapai dari penelitian, terdapat pula batasan penelitian sehingga penelitian
yang diambil lebih fokus dan mengarah kepada permasalahan yang sesuai dan
membahas mengenai sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini.

Bab II Tinjauan
Pustaka

Pada bab ini akan diuraikan mengenai langkah-langkah
penyelesaian masalah yang akan dilakukan pada penelitian. Untuk perancangan
pengumpulan dan penggunaan data penelitian akan dijelaskan pada model
konseptual, sedangkan untuk tahap – tahap yang akan dilakukan pada pengolahan
data dan penyelesaian masalah pada penelitian ini akan dijelaskan pada
sistematika penelitian.

 

 

Bab III Metodologi
Penelitian

Pada bab metedologi penelitian ini berisi penjelasan
langkah-langkah penelitian yaitu terdiri dari tahap merumuskan masalah,
merumuskan teori yang digunakan, merumuskan model koseptual dan sistematika
penyelesaian masalah.

BAB IV Pengumpulan
dan Pengolahan Data

Pada bab pengumpulan dan pengolahan data ini akan
dibahas mengenai data yang dikumpulkan selama penelitianyang nantinya akan
digunakan dan diolah untuk menentukan kebijakan persediaan di perusahaan.

BAB V Analisis
Data

Pada bab ini berisi analisis terhadap hasil dari
pengolahan data serta penggunaan perhitungan metode yang digunakan dalam
penelitian ini. Adapun dari analisis ini akan membahas mengenai jumlah hasil
perhitungan yang sesuai dengan perumusan masalah.

BAB VI Kesimpulan
dan Saran

Pada bab ini akan
diuraikan mengenai kesimpulan terhadap hasil penelitian yang merupakan tujuan
dari dilakukannya penelitian yang sesuai dengan hasil yang didapatkan dari
proses pengolahan data dan analisis. Pada bab ini juga terdapat saran yang
ditujukan kepada perusahaan yang menjadi objek penelitian sebagai usulan solusi
perbaikan dari masalah yang diangkat dalam perusahaan dan saran yang ditujukan
kepada peneliti selanjutnya sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eunice!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out