Site Loader
Rock Street, San Francisco

(Kurniawan, 2015)

 

PAPER IDEOLOGI YANG TERBAIK

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

SOSIOLOGI PEMBANGUNAN

 

 

 

 

Dosen Pengampu: Dr. Muhammad Iqbal, S.Sos, M. Si

 

Oleh:

Ratika Anjani

160910101028

 

 

ILMU
HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS
JEMBER

2017

PENDAHULUAN

Pembangunan
sebagai proses perubahan sosial menuju ke tataran kehidupan masyarakat yang
lebih baik bukanlah menjadi suatu fenomena yang baru. Peradaban manusia tidak
akan mencapai wujudnya hingga  yang
sekarang, apabila pada masa lalu tidak terjadi proses perubahan sosial atau
pembangunan yang terus – menerus, meskipun dengan instensitas yang berbeda –
beda.

Namun
pada saat ini pembangunan sebagai upaya manusia, terencana dan melembaga, tidak
lagi melulu hanya dipandang sebagai proses perubahan sosial menuju peradaban  masyarakat di suatu  negara. Pembangunan nasional bukan hanya
terkait nilai yang merupakan gabungan dari world view, tetapi  menyangkut political choice terhadap
alternative ataupun strategi untuk menyelesaikan permasalahan. Pembangunan
sebagai meta – disciplinary phenomenon atau suatu displin ilmu yang patut
dipelajari, juga menyangkut konsep, bahkan menyangkut bentuk ideologi. Pembangunan
yang sarat nilai (value loaded)  menyangkut proses pencapaian nilai yang dianut
suatu bangsa. Maka, pengertian pembangunan dapat berbeda dari kultur Negara
yang satu dengan kultur Negara lain; berbeda dari periode satu ke periode yang
lain; maupun berbeda dari situasi satu ke situasi yang lain, tergantung konsep
dan ideology yang dianut oleh suatu Negara.

Ideologi  yang dianut suatu Negara sangat mempengaruhi
moral dan tindakan dalam kehidupan yang kompleks. Terlebih lagi untuk suatu
Negara, ideologi juga akan mempengaruhi pembuatan suatu keputusan dan kebijakan
di Negara tersebut. Namun, ideology terbentuk tidak melalui proses yang
singkat. Terutama dalam konteks pembangunan. Jika pada awalnya ideology
pembangunan mengacu kepada ideology industrial barat, hingga dijadikan sebagai
image of the future atau “citra masa depan” oleh Negara Negara berkembang,
namun dalam proses dan perkembangan nya hal itu mulai berubah karena
berkembangnya pandangan dan pemikiran pemikiran baru yang dikembangan oleh para
ahli. Ada banyak model pembangunan yang telah berkembang. Setiap pilihan
membawa konsekuensi konsekuensi tersendiri. Model pembangunan ini berisi sejauh
mana relevansi suatu model dan ideology dalam menyikapi permasalahan. Ideology
pembangunan juga menyangkut apakah ideology pembangunan yang diambil benar
benar mensejahterakan masyarakat.  Maka timbulah
pertanyaan  ideologi pembangunan apa yang
terbaik untuk Indonesia dalam menyikapi konsep dan model pembangunan yang
berkembang?

PEMBAHASAN

Pembangunan
sering dirumuskan sebagai proses perubahan yang terencana dari situasi nasional
yang satu ke situasi nasional yang lain yang dinilai lebih tinggi (Katz, 1971);
dengan kata lain pembangunan merupakan proses perbaikan (Seers, 1970).
Pembangunan ini dalam relitasnya menimbulkan interpretasi interpretasi yang
sering kali bertentangan antara satu sama lain. Hal ini diakibatkan karena
banyaknya konsep, teori dan ideology yang ada. Dan setiap Negara memiliki
ideology nya sendiri. (Prof. Dr. Moeljarto T., 1987)

Ideology
sangat mempengaruhi kebijakan pembangunan. Negara Negara miskin, berkembang
atau baru merdeka pasca Perang Dunia II memiliki semangat baru yang kuat dalam
membangun Negara nya yang hancur akibat perang. Namun, pada saat itu, para
ekonom di Negara tersebut sama sekali tidak memiliki konsep untuk menganalisis
pertumbuhan ekonomi. Karena, sebagian besar penduduk dari Negara Negara miskin
tersebut adalah petani petani kecil (Michael P. Todaro & Stephen C. Smith
page, 2005). Namun, mereka telah mengenal model dan konsep pebangunan marshall
plan dari Amerika yang memudahkan modernisasi Negara mereka. Sehingga
permasalahan yang ada di Negara Negara di dunia banyak diselesaikan oleh model
dan konsep marshall plan. Semua kebijakan dan pembangunan pada saat itu
menggunakan amanat marshall plan. Sehingga terjadi modernisasi yang mewanai
paradigm yang berkembang pada saat itu.

Dalam
perkembangan nya pada perang dingin tahun 1950-an, Amerika dengan ideology
liberal nya dan Uni Soviet dengan idelogi komunisme berlomba lomba untuk
menemukan dan mecari aliansi nya dengan penyebaran ideology. Ideologi mereka
sangat sangat lah kuat dan bertahan pada saat itu. Lalu tokoh tokoh dan para
ahli seperti Rostow, Adam Smith, dan lain lain mencetuskan liberalism dalam
kacamata tahapan linear. Mereka kemudian membagi dan menggaris dunia ini dengan
semena mena. Mana Negara yang dikenal sebagai maju, negara miskin dan Negara
berkembang. Polarisasi semacam ini sangat mewarnai karena dipengaruhi betul
oleh ideologi teori teori tahapan linear. Dan Negara Negara pada saat itu
menerapkan model dan konsep pembangunan menurut ideology teori teori tahapan
linear. Terdapat juga teori perubahan strukutr, teori  dependensia, dan people centered development
yang menyebabkan banyaknya model dan jenis ideology pembangunan yang berkembang.

Salah
satu kontribusi HI dalam konteks pembangunan adalah MDGs dan SDG’s. MDG’s  merupakan sebuah paradigm pembangunan yang
dideklarasikan pada KTT Milenium oleh 189 negara yang bertujuan untuk
menyamakan dan mengintegrasikan MDG’s sebagai pembangunan nasional dalam upaya
menangani permasalahan dan isu isu tentang human rights seperti kemiskinan,
kebebasan manusia, perdamaian, kemanan dan lain lain (kompasiana.com) SDG’s
sama seperti MDG’s, hanya saja SDG’s merupakan program lanjutan dan pengembangan
dari MDG’s. HI membentuk sebuah relasi dan hubungan antar Negara dalam mencapai
tujuan bersama. Hal ini juga bisa dianggap sebagai penyamaan rataan konsep
pembanguunan Negara Negara yang tergabung, terlepas itu Negara aju maupun
Negara berkembang Indonesia yang termasuk salah satu anggota yang turut
berandil di MDG’s dan SDG’s juga memperlihatkan dan telah menjalankan program
dan tujuan MDG’s salah satunya adalah keberhasilan             Indonesia dalam mencapai rasio  penduduk dengan pendapatan kurang dari USD
1,00 (PPP) per kapita per hari. (m.antaranews.com)

            Meskipun
pada awalnya Indonesia masih memiliki pandangan yang terombang ambing pasca
colonial dan penjajahan terhadap pembangunan, seiring berjalan nya waktu
Indonesia memiliki ideology mandiri. Indonesia 
yang pada saat itu dipimpin oleh Soekarno memiliki ideology yang
berbeda. Soekarno mengajukan konsep “berdikari” berupa proteksi terhadap
ekonomi global, paling tidak membuka kesempatan bagi perdebatan terkait
pembangunan yang mandiri, agar terbebas dari “keikutsertaan” ideology liberal
dan neo-liberalistik perekonomian global pada saat itu (indonesian.irib.ir).
Dan melalui proses yang panjang, akhirnya Indonesia akhirnya benar benar
menerapkan Ideology mandiri hingga saat ini, yaitu  ideology pancasila.

            Indonesia menjadikan Pancasila
sebagai paradigm sekaligus ideology. Artinya, nilai nilai dasar  pancasila secara normative dijadikan sebagai
acuan, dasar, kerangka, dan tolak ukur terhadap segala aspek kegiatan yang
dilakukan, tidak terkecuali pembangunan. Pancasila mengajarkan bahwa dalam sila
pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) dan sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan
beradab) pembangunan harus berpijak pada moraliltas dan berperikemanusiaan
sehingga system yang digunakan untuk pembagunan tetap menghargai hakikat
manusia, baik dilihat sebagai makhluk individu maupun sosial. Sedangkan sila
kelima (Keadilan Sosial Bagi seluruh rakyat Indonesia) menjelaskan untuk adil
terhadap semua elemen masyarakat di Indonesia. Begitu juga sila ketiga dan
keempat. Semua sila pancasila dapat menjelaskan bagimana pembangunan yang
baik. 

Pembangunan
dan system ekonomi Pancasila berbeda dengan ideology dan konsep pembangunan
liberal yang hanya menguntungkan individu individu tanpa melihat masyarakat
yang lain. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan yang dibuat oleh presiden
Indonesia yaitu Joko Widodo belakangan ini. Beliau menjadikan harga BBM menjadi
satu harga yang sama di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga masyarakat
Papua yang awalnya membeli BBM jauh lebih mahal, tidak perlu lagi mengalami
kesulitan membeli bahan bakar (rmol.co). Hal ini juga terbukti dapat mengurangi
angka kesenjangan dan kemiskinan, karena adanya pemerataan. Namun, ideology
pembangunan dengan pancasila juga bukan sosialis yang tidak mengakui hak
individu.

KESIMPULAN

Maka,
dari sini saya dapat beranggapan bahwa ideology Pancasila adalah Ideolgi yang
terbaik untuk Indonesia hingga saat ini. Hal ini dikarenakan, menurut saya
Pancasila tidak tertuju oleh ideology Negara lain. Sehingga dapat menjadikan
dasar dasar pembangunan yang lebih berkarakter. Ideology pancasila juga
ideology yang sangat cocok karena memiliki sifat dan konsep kemandirian yang
kuat. Menurut Prof, Mappadjantji Amien pendekatan pembangunan yang baik adalah
pembangunan yang memposisikan kemandirian sebagai kuncinya. Dalam hal ini,
kemandirian yang dimaksud adalah kompetensi dan otonomi setiap entitas
pembangunan dalam membangun dirinya sendiri. Kemandirian juga diperlukan untuk
menjaga identitas setiap entitas. Jika semua entitas pembangunan di Indonesia
sudah kehilangan jati dirinya, maka kualitas ketahanan nasional akan menurun
dan menunggu giliran untuk hancurnya Negara ini. (Prof. Mappadjantji Amien,
2005)

Jadi
selama ideology pancasila masih relevan dalam menanggapi permasalahan khususnya
pembangunan di Indonesia saat ini, ideology pancasila masih menjadi yang
terbaik. Karena konsep kemandirian dan setiap sila yang terisrat tadilah yang
menyebabkan saya beranggapan bahwa pancasila adalah ideology yang terbaik.

 

Bibliography

Kurniawan, R. D. (2015, September 13). Pancasila
sebagai Paradigma Pembangunan Nasional. Retrieved December 9, 2017, from
SCRIBD:
www.scribd.com/mobile/doc/280663684/Pancasila-Sebagai-Paradigma-Pembangunan-Nasional
Michael P. Todaro, S. C. (2006). Economic
Development. Erlangga.
Prof. Dr. Moeljarto T., M. (1987). Politik
Pembangunan Sebuah Analisis Konsep, Arah, Dan Strategi. Yogyakarta: PT
TIARA WACANA YOGYA.
Soparie, H. (n.d.). Paradigma/Teori/Konsep
Pembangunan yang Tepat untuk Indonesia. Retrieved December 9, 2017, from
Academia Edu:
www.academia.edu/6978344/_Paradigma_Teori_Konsep_Pembangunan_yang_Tepat_untuk_Indonesia_
 

 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eunice!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out