Site Loader
Rock Street, San Francisco

Becoming an Entrepreneur should be able
to see any opportunities that exist, one of
which is to develop business opportunities in the field
of technology. There are lots of business opportunities in
the field of technology especially in the days
of emerging technologies now rapidly. As
for it of course so that we succeed
in our entrepreneur must
have obsessions, creativity, an interesting idea, and
soul that never give up our business in order
to survive and dominate the intended market.

 

1.    PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pada zaman
perkembangan teknologi saat ini, komunikasi dan informasi memberikan dampak
yang sangat baik bagi perkembangan sekarang, hal ini dikarenakan dengan
tingginya perkembangan teknologi menyebabkan manusia dengan mudah mendapatkan
informasi ataupun melakukan komunikasi secara global sehingga kita tidak perlu
lagi untuk bersusah payah untuk informasi yang sedang berkembang. Namun seperti
yang kita ketahui bahwa walaupun teknologi semakin berkembang belum dapat
mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Padahal banyak sekali
perusahaan-perusahaan besar yang mengguranakan teknologi dalam menyebarkan
informasi terkait lowongan pekerjaan perusahaan tersebut.

Akan tetapi keadaan
ini, masih belum dapat dimaksimalkan oleh sebagian orang yang belum mempunyai
pekerjaan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi seorang
entrepreneur. Padahal dengan berkembangnya teknologi sangat memudahkan kita
untuk merintis usaha agar menjadi seseorang entrepreneur, saat ini sebagian
orang yang masih bingung dengan cara memanfaatkan teknologi agar menjadi
seorang entrepreneur, padahal sudah banyak perusahaan-perusahaan yang
memanfaatkan teknologi untuk membangun usahanya, salah satu contoh nya seperti,
kaskus, lazada, facebook dan lain sebagainya.

Untuk menjadi
seorang entrepreneur yang sukses kita harus mampu mengembangkan diri sendiri
sehingga dapat memunculkan ide-ide orisinil yang menarik dan kreativitas yang
unik agar dapat memunculkan hal yang baru sehingga dapat diminati oleh target
pasar yang dituju.

Menjadi seorang
entrepreneur berarti harus bisa memanfaatkan
peluang dari setiap bisnisnya ataupun orang yang secara terpaksa terjun ke
dalam suatu bisnis. Dengan kata lain, seorang entrepreneur harus memiliki
ambisi yang tinggi sehingga secara tidak langsung mampu membius diri sendiri
untuk bekerja secara terus-menerus sepanjang waktu. Tidak dipungkiri
bahwa agar mampu bersaing di dunia entrepreneur kita harus juga mempunyai jiwa
yang pantang menyerah sehingga mampu bersaing dan mampu membuat bisnisnya
merajai pasar yang ada.

Adapun itu, banyak orang menjadi seorang entrepreneur di bidang
teknologi yang berhasil dan sejahtera tetapi sangat sedikit yang siap untuk
menghadapi segala tantangan yang ada dan secara sadar rela mengorbankan hal-hal
yang mereka cintai demi pencapaian tujuan tersebut.

1.1    Tujuan dan Rencana

Menjalankan bisnis tentu menjadi harapan semua orang, namun
agar mampu menjalankan bisnis dengan sukses tentu saja memerlukan obsesi, ide
yang kreatif, ambisi yang kuat, jiwa yang pantang menyerah agar mampu bersaing
dengan orang lain, dan juga harus mengambil setiap resiko yang ada. Sebenarnya resiko yang adapun semata mata
menguji kesiapan si pelaku bisnis apakah dirinya mampu mengatasi masalah
tersebut atau tidak. Pada akhirnya seorang entrepreneur harus mampu mengukur
diri “Siapakah saya?”, “Sudah sampai mana?” jadi, secara tidak langsung seorang
entrepreneur harus memahami posisi dan proses yang sedang dijalankannya.

1.2    Tinjauan Pustaka

Menurut
Druker (1956) yang mengatakan ability to
create the new different (kemampuan dalam manciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda) pengertian itu mengandung maksud bahwa seorang pengusaha di dalam
dirinya mengandung untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dengan
yang sudah ada sebelumnya.

1.3    Analisis
Situasi

Dengan
melihat berkembangnya teknologi komunikasi diharapkan mampu melihat peluang
bahwa memanfaatkan teknologi untuk berbisnis merupakan hal yang cukup
menjanjikan. Adapun seorang entrepreneur sebelum memasuki dunia bisnis harus
memikirkan beberapa hal, yakni :

1.   
Membuat
visi dan misi bisnis

Setiap
orang yang memulai bisnis tentu harus mengetahui visi dan misi yang akan
menjadi pondasi seseorang untuk tetap fokus pada tujuan bisnis dan organisasi
di awal. Dan sering terjadi suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap
selanjutnya mengalami  penurunan karena
organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis
awal melainkan lebih banyak mencoba menjalankan usaha bisnis yang baru.

2.   
Perlunya
Winning, Possitive dan Learning attitude untuk menjadi sukses

Mental
menjadi kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha
anda. There is no over night success sesuatu yang harus ditanamkan
daripada setiap calon entrepreneur karena dibutuhkan waktu, sikap pantang
menyerah, proses belajar secara bertahap, dan melihat masalah dengan positif
yang tidak mudah membuat patah semangat namun melihat setiap peluang dan
belajar dari kegagalan.

3.   
Pemasaran,
Pelayanan, dan Product brand

Pemasaran
merupakan ujung tombak usaha bisnis dalam menjual produk atau jasa. Sebagus
apapun produk atau jasa tanpa adanya pemasaran yang baik maka akan sangat sulit
untuk meningkatkan penjualan atau keuntungan usaha. Di sisi lain tanpa
pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sulit suatu usaha untuk
memperoleh pelanggan yang loyal yang menjadi kunci dalam perkembangan usaha.
Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih muda karena pelayanan
yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon konsumen
baru.

2.    Metode

Metode
merupakan langkah awal kegiatan yang kita lakukan untuk menjadi seorang
entrepreneur untuk menemukan sebuah ide atau gagasan agar terlaksananya bisnis
yang akan kita lakukan. menurut
Jeffry Timmons dalam buku Creative
Manager Entrepreneur terdapat langkah-langkah untuk menemukannya, yakni:

1.   
adalah
membuat daftar ide usaha.

2.   
adalah
belajar dari pengalaman kewirausahaan sukses sebagai bahan pertimbangan  atau masukan untuk langkah-langkah
kedepannya.

3.   
adalah
memilih tiga ide usaha. Untuk memilih tiga ide usaha dari sekian banyak ide-ide
usaha yang ada.

4.   
adalah
konsultasi dengan penasihat (counsellor)
untuk meminta saran dan masukan mengenai ketiga ide usaha yang telah dipilih.

5.   
adalah
memilih satu ide usaha. Langkah ini dilakukan dengan menguji masing-masing ide
usaha yang dikaitkan dengan kriteria peluang pasar. (Musrofi, 2008).

 

 

2.1    Memilih
Responden

Responden
dalam karya ilmiah adalah beberapa orang entrepreneur yang menjalankan bisnis
di bidang teknologi yang memiliki kelayakan sebagai entrepreneur yang cukup
sukses karena menjalankan bisnis yang dibangun secara konsisten.

2.2    Teknik
Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis di
dalam sebuah tulisan, karena seperti dalam tulisan, esai ataupun penelitian
yang dapat dipertanggunjawabkan harus memilik data yang valid, penulis
menggunakan beberapa teknik pengumpulan data selama melakukan proses penulisan
ini, diantaranya adalah :

1.     
Studi Pustaka

Disini penulis menggunakan studi pustaka untuk mencari berbagai data
guna mendukung atau menambah informasi untuk tulisan/paper ini, yaitu :

a.      
Referensi Buku

Beberapa
buku yang yang dipakai oleh penulis untuk menguji kelayakan karya ilmiah ini,
serta buku juga menjadi acuan penulis untuk mengembangkan hasil karya ilmiah
ini.

b.     
Internet Searching

Merupakan
salah alat yang digunakan dalam mencari atau menambah informasi penulis dalam
menyelasaikan karya ilmiah ini.

 

 

2.     
Studi Lapangan

Adapun studi
lapangan yang dilakukan oleh penulis, yaitu:

a.      
Wawancara

Dalam
melakukan sebuah tulisan, sangat diperlukan yang namanya wawancara tujuannya
untuk mendapat data yang sangat valid dan juga menyesuaikan suatu kejadian
antara yang penulis angkat dan apa yang ada dilapangan.

b.     
Observasi non Partisipan

Merupakan
upaya yang dilakukan oleh penulis dengan turun ke lapangan dalam mengamati
secara langsung agar mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan terpercaya
sehingga karya ilmiah ini layak untuk dibaca.

3.     
Dokumentasi

Memuat
data-data pada penelitian sebagai upaya untuk menafsirkan segala hal yang
ditemukan dilapangan, perlu adanya dokumentasi-dokumentasi dalam berbagai
versi. Studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan
menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar
maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai).

 

2.3    Teknik
Analisis Data

Data
yang diperoleh dilapangan kemudian dilakukan analisis melalui tahapan-tahapan
tertentu. Setelah di perolehnya suatu data dilapangan yang kemudian data
tersebut dianalis agar terdapat pokok permasalan dan bagaimana kita
menyelesaikannya. Adapun tahapan-hapannya sebagai berikut :

1.     
Pengumpulan
Data (data collection)

Data yang sudah di peroleh
selanjutnya akan disusun dalam
bentuk tulisan yang berisi serangkaian informasi sesuai dengan tema.setelah
data yang di inginkan dirasakan sudah cukup, kemudian data tersebut di susun agar
lebih mudah untuk menyajikannya

2.     
Reduksi data (data reduction)

Kategori dan mereduksi data yaitu
melakukan pengumpulan terhadap informasi penting yang tarkait dengan tema,
setelah mendapatkan tema yang dirasa cocok dalam menjalankan suatu usaha ,
kemudian dipilih dan di seleksi untuk mendapatkan informasi yang paling penting.

3.     
Penyajian data (data display)

Melakukan intepretasi data yaitu
melakukan penyajian data dari apa yang di sajikan responden terhadap tema,
meyajikan data yang telah di himpun selama proses pengumpulan data mengenai
usaha apa yang akan di laksanakan dan di sajikan kepada responden atau khalayak
umum.

4.     
Penarikan kesimpulan (conclusion drawing)

Penarikan kesimpuan berdasarakan
sususan tulisan yang telah disusun, sehingga akan menjabarkan hasil analis dari
data yang telah di dapatkan.

 

3.    Hasil
dan Pembahasan

 

3.1    Hasil

Dengan
melakukan tahapan yang sudah dijelaskan diatas mengenai dasar pemikiran dan
sikap yang harus dimiliki seorang entrepreneur agar dapat menjalankan bisnis
dengan sukses di masa yang akan datang. Adapun seorang entrepreneur yang sukses
harus memiliki beberapa tahapan dasar, diantara nya adalah :

1.     
Kreatifitas

Berpikir secara kreatif guna
menemukan ide atau gagasan baru dalam menjalankan sebuah bisnis.

2.     
Pantang
Menyerah

Seorang entrepreneur diharapkan
tidak menyerah dan mampu bangkit dari segala keterpurukan dan belajar dari
kesalahan.

3.     
Mampu
Melihat Peluang

Mampu melihat pelung yang ada
dengan menetukan pasar dan melihat peluang yang mungkin akan berkembang.
Memiliki target dan konsep yang jelas dalam melaksanakan bisnis akan diajalani.

4.     
Mudah
Beradaptasi

Cepat beradaptasi dengan
lingkungan, hal tersebut harus dimiliki oleh pengusaha muda karena di dalam
menjalankan bisnis akan menumkan permasalahan mulai dari yang terkecil sampai
yang terbesar sekalipun maka siapkan mental untuk hal-hal tersebut.

5.     
Tidak
Mudah Puas

Seorang pengusaha muda di
harapkan tidak cepat merasa puas dengan apa yang telah di capai karena jika
kita sudah merasa puas maka bisnis tersebut tidak akan berkembang lagi untuk
kedepannya, perbaikin apa yang dirasa kurang dalam bisnis kita, perluas
jaringan, dan memulai hal-hal baru. Serta terus belajar kepada para pengusaha
yang dapat sukses di usia muda sebagai motivasi untuk kita dapat meraih
kesuksean yang serupa.

 

3.2    Pembahasan

Dari penjelasan yang sudah disampaikan pada tulisan diatas, pembahasan
ini menurut pada masalah tentang bagaimana menjadi seorang pebisnis di bidang
teknologi serta untuk membangun dunia usaha dengan cara seperti apa agar bisa
mewujudkannya. Saat ini banyak pebisnis membuka usaha yang anti mainstream dan
itu menjadikan satu daya tarik untuk memikat para konsumen.

 

3.2.1  
Definisi Pebisnis

 

Bisnis adalah suatu organisasi yang
menjual barang dagang atau jasa kepada pembeli (konsumen) atau kepada pembisnis
lainnya untuk mendapatkan untung (laba). Secara historis bisnis merupakan kata
dari bahasa inggris bussines, yang
dari kata “bussy” yang artinya sibuk
dalam konteks masyarakat, komunitas, ataupun individu. Dalam artian sibuk
menjalankan aktivitas yang sedang dan pekerjaan yang sedang berlangsung.
Kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak-pihak swasta untuk mendapatkan keuntungan
(profit) untuk meningkatkan
keuntungan pemilik perusahaan tersebut.

 

Bisnis sering juga disebut
wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam
mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Wiraswasta memiliki
visi pengembangan usaha sedangkan bisnis mampu terus berkembang dan mencoba
usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta.
Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada bisnis.
Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur.

 

Pebisnis adalah orang yang
mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha
baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah
suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir
dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya
dan selalu berorientasi kepada pelanggan atau dapat juga diartikan sebagai
semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan
tanggung jawabnya.

 

Adapun pebisnis merupakan sikap mental dan sifat
jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam
rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu
pebisnis adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan
sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.

 

Inti dari pebisnis adalah kemampuan untuk
menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create
new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk
menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya
kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan
dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.

 

Bisnis menurut Brown dan Partello
adalah “Bussiness in an institution which goods and services demanded by
people”, yang maksudnya bisnis suatu lembaga dimaksudkan untuk menghasilkan
barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan keuntungan (profit).

 

 

3.2.2  
Analisis Pebisnis dan Teknologi

 

Pada dasarnya, bangsa yang maju dilihat dari seberapa banyak
jumlah usaha yang ada serta seberapa mampu mereka dalam mengakses teknologi.
Proses pembentukan pebisnis berbasis teknologi ini merupakan jawaban dari hal
tersebut, yaitu untuk meningkatkan akses teknologi dalam masyarakat sekaligus
mengembangkan usaha sektor riil yang ada. Semoga pengembangan wirausaha
berbasis teknologi ini dapat menjadi salah satu tahapan menuju kemandirian
Indonesia.

 

3.3   
Tabel Analisis
Data

 

               

 

Tabel diatas adalah tabel analisis data yang digunakan
oleh penulis, namun teknik ini arahahnya terlihat tidak beraturan karena teknik
ini bermacam-macam, dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh.
Dengan pengamatan yang terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi
sekali. Data yang diperoleh pada umumnya dalah kualitatif, sehingga teknik
analisis data yang digunakan ini belum memiliki pola yang jelas.

 

3.4    Interpretasi
Penemuan Secara Logis

 

Interpretasi adalah milik pribadi, sehingga kita tidak
perlu dan tidak bias memaksakan interpreatsi kita kepada orang lain. Meskipun
begitu, jika dilakukan secar efektif, interpreatsi dapat pula digunakan untuk
meyakinkan orang lain serta dapat mendorong orang lain dalam merubah
pandangannya dan juga tingkah laku mereka. Dalam hal ini, interpretasi dipahami
sebagai sutau proses untuk menyederhanakan suatu ide yang rumit kemudian
membaginya kepada masyarakat.

 

Interpretasi merupakan bagian dari sebuah gambaran
akan informasi. Informasi-informasi yang diterima oleh seseorang akan diubah
sesaui simbol yang dimilikinya sehingga menghasilkan sebuah interpretasi.
Informasi sangatlah beragam, dapat berbentuk lisan, tulisan, gambar, matematika
dan lain sebagainya. Interpretasi seseorang terhadap suatu hal atau suatu
peristiwa dapat berbeda-beda, tergantung dari pengalaman yang dilihat ataupun
dialaminya.

 

3.5   
Kaitan Sumber
Rujukan

 

Menurut Justine Longenecker, dalam bukunya kewirausahaan,
manajemen usaha kecil, jilid 1, mengatakan bahwa untuk menjadi seorang yang
sukses harus berani mengambil segala resiko apapun tidak harus menunggu sesuatu
tetapi kita yang harus mengejar tujuan yang ingin kita capai.

 

Dari yang disampaikan oleh Justine di dalam bukunya,
mengindikasikan jika ingin memantapkan diri sebagai seorang entrepreneur harus
benar-benar siap saat sudah mengambil langkah tersebut. Jangan pernah melakukan
sesuatu hal itu dengan setengah-setengah tapi harus yakin dan percaya bahwa
segala sesuatu dapat diraih dengan kerja keras yang sudah lakukan, serta hasil
pun akan mengikuti alur pencapaian kita.

 

Pelaku bisnis harus bisa mengendalikan perusahaan
serta menjadi contoh pemimpin yang dapat menjadikan dirinya pantas disebut
sebagai seorang teladan di bidangnya. Para ahli juga menuturkan, rata-rata
orang memiliki kemampuan dalam berbisnis tetapi hanya beberapa yang berani dan
mampu melakukannya karena orang yang biasanya berani mengambil langkah yang
menurutnya sulit justru merekalah yang tampil sebagai pemenang dalam suatu
perburuan.

 

4.   
Kesimpulan

 

Banyak orang
begitu terobsesi menjadi seorang entrepreneur yang berhasil dan sejahtera
tetapi sangat sedikit yang siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada dan
secara sadar rela mengorbankan hal-hal yang mereka cintai demi pencapaian
tujuan tersebut. Obsesi ini juga bisa membius orang untuk bekerja secara
terus-menerus sepanjang waktu.

 

Hal ini bisa
menguntungkan atau merugikan, tergantung pada aspek apa yang kita gunakan. Nah
bagi Anda yang belum terjun ke dunia entrepreneur, ada baiknya Anda mengetahui
sisi positif dan negatif sebagai entrepreneur. Alih-alih sebagai penyurut
semangat Anda untuk menjadi entrepreneur, jadikanlah ini sebagai bekal untuk
mengantisipasi gaya hidup yang harus Anda adopsi saat menjadi entrepreneur
kelak.

 

 

5.   
Referensi

 

kewirausahaan teori, Geoffrey Meredith, Penerbit Binaman Pressindo,
Jakarta, 2000

 

Ajzen, I. (2005). Attitude, Personality and Behavior
Second Edition. Milton-Keynes England: Open University
Press/McGraw Hill

 

Musrofi, M. (2008) Creative, Manager, Entrepreneur;
93 Teknik kreatif otak kanan dan otak kiri. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eunice!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out