Site Loader
Rock Street, San Francisco

Arsene Wenger
menyatakan jika Arsenal sudah melakukan sebuah kesalahan besar. Ya, tim London
Utara secara mengejutkan kembali mendapatkan hasil tak memuaskan pada saat
menjalani pertandingawn lanjutan di ajang Liga Primer Inggris musim 2017 – 2018
kemarin. Bertemu dengan para pemain Bournemouth, tim dengan gelar The Gunners tersebut
harus menerima kenyataan pahit karena dipermalukan 1 – 2 oleh skuad lawan. Pada
pertandingan yang digelar di Vitality Stadium tersebut, sebenarnya para anak
didik Wenger berhasil mendominasi penguasaan bola. Tetapi sayang, sampai
pertandingan berumur 45 menit, tim maish tidak bisa menembus ketatnya lini
belakang milik tim lawan.

 

Arsene Wenger
baru bisa bersorak kegirangan setelah Arsenal melesakkan gol perdana sekaligus
untuk membuka keunggulan mereka pada menit ke 50. Tim terlebih dulu unggul dari
tim tuan rumah berkat gol yang dicetak pilar pentingnya, yakni Hector Bellerin.
Akan tetapi, secara membanggakan para pemain Bournemouth pun bisa bangkit dan bahkan
mereka berhasil membalikkan keadaan untuk unggul lewat dua gol milik Callum
Wilson beserta Jordon Ibe. Sampai laga berakhir, skor 1 – 2 untuk kemenangan
Bournemouth atas Arsenal pun tetap bertahan. Tahu akan hal itu lantas menuai komentar
dari sang peramu taktik berjuluk The Professor itu setelah pertandingan
berakhir. Dengan perasaan terpukul, Wenger pun tidak menampik tim didikannya
sudah melakukan blunder.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Peramu taktik
asal Prancis itu juga mengatakan dirinya sangat frustasi dengan hasil akhir
yang diperoleh tim pada pertandingan melawan Bournemouth itu. Sebagaimana dilansir
dari Sky Sports pada hari Senin, 15 Januari 2018 lalu, Wenger menilai tim sudah
unggul 1 – 0 namun ia tidak mengerti bagaimana mereka justru harus kemasukan 2
gol dari tim rival. Untuk itu semua pemain merasa sangat terpukul, mereka pun
frustasi dan sadar mesti melihat kenyataan secara objektif. Ia pun menyesali
karena anak didikannya di tim sudah melakukan kesalahan, yang semestinya bisa
mereka hindari. Klub yang melakukan perjuangan keras untuk menjauhkan diri dari
zona merah nyatanya punya kemampuan berlipat.

 

Maka dari itu
dalam keadaan unggul 1 – 0 atau bahkan 2 – 0, tim tidak boleh sampai kehilangan
fokus. Sebab bila tidak, mereka akan merasakan pahitnya kekalahan seperti pada
pertandingan itu lagi. Pelatih kelahiran Strasbourg, Prancis pada tanggal 22
Oktober 1949 tersebut pun nenilai, perubahan pada lini belakang mungkin saja
memberikan pengaruh, tetapi hanya sedikit. Satu hal yang jelas, tim merasa
kehilangan poin yang tidak perlu. Skor 1 – 1 saja tidak akan cukup untuk tim.
Wenger menilai, timnya sudah memiliki tekad penuh untuk memetik kemenangan di
akhir laga. Ia berpikiran pada gol kedua yang dicetak oleh Bournemouth, timnya
memang sudah membuat kesalahan. Pada akhirnya semua pemain mesti menanggung
kekalahan di pertandingan tersebut,

 

Manajer berumur 68 tahun itu meluapkan rasa kecewanya
atas kekalahan di tangan Bournemouth. Wenger pun ingin memperingatkan kepada
para pemainnya untuk menjaga tingkat konsentrasi mereka ketika berhadapan
dengan tim mana pun juga di laga berikutnya. Walau sudah mendominasi jalannya
pertandingan, Arsenal bisa dikatakan justru kalah agresif untuk melakukan
serangan daripada tim papan bawah klasemen sementara itu. Tercatat Bournemouth
sukses melesakkan 5 tembakan ke arah targetnya sedangkan Arsenal hanya
menorehkan dua kali saja. Tentu saja hasil minor yang didapatkan itu layak
membuat Wenger merasa sangat kesal.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eunice!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out