Site Loader
Rock Street, San Francisco

Anonimitas
adalah berasal dari bahasa Yunani (ano-nymia), yang berarti “tanpa nama”.
Anonimitas sendiri biasanya mengacu pada identitas pribadi, informasi identitas
pribadi orang yang tidak disebut.

Di
dalam “dunia maya” anonimitas bukanlah sebuah hal baru, anonimitas dalam
internet dapat diartikan sebagai cara melindungi data diri, informasi diri
sebagai pengguna internet lainnya terhadap penyalahgunaan orang yang tidak
bertanggung jawab.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Banyak
anggapan bahwa dengan menyembunyikan data diri pengguna internet akan semakin
arogan dalam menggunakan internet tetapi, tak sedikit juga yang beranggapan
bahwa menggunakan anonimitas untuk “berselancar” di “dunia maya” membuat mereka
merasa aman. Pro-kontra ini akan selalu menjadi perdebatan karena masing-masing
pengguna memiliki pandangan yang berbeda.

Jika
kita telaah kembali dengan pandangan netral, anonimitas sendiri tidaklah selalu
positif. Anonimitas dapat menjadi cikal-bakal kegiatan bullying, hate speech,
fitnah dan belakangan juga kita tahu bahwa anonimitas dapat menjadi pemicu
untuk memecah-belah bangsa. Dalam beberapa kasus dapat kita lihat bahwa hate speech yang beredar di media sosial
sontak mejadi alasan untuk memfitnah dan menjatuhkan orang lain, terutama terhadap
isu-isu yang sensitif seperti mengenai Agama.

Namun
ketika kita larut dalam sebuah anggapan bahwa anonimitas adalah cikal-bakal
pemecah bangsa lantas kita akan terus membenci oknum-oknum yang tidak
bertanggungjawab yang menggunakan anonimitas itu sendiri. Bukan tidak mungkin
ketika masyarakat yang telah punya “mainset” bahwa anonimitas adalah hal yang
buruk, suatu saat ketika menjelajah di internet dan menemukan orang yang
menggunakan anonim, ia akan balik menyerang pengguna tersebut. Dan akhirnya anonimitas
lagi yang menjadi sasaran kesalahan padahal anonimitas itu ada bukan karena
manfaatnya yang semata-mata negatif

Setelah
membahas tentang pro-kontra anonimitas, kini kita kembali ke topik dari artikel
ini. Pada judul artikel dengan jelas disampaikan bahwa anonimitas sebenarnya
bukan masalah besar jika..

Jika
kita tahu solusi untuk mengatasinya. Ambil contoh, pemerinta mengeluarkan dan
puluhan bahkan ratusan milyar untuk meblokir situs porno, namun dengan
gampangnya sekarang anak SD dapat mengaksesnya menggunakan VPN. Kalau sudah
begini yang salah siapa? yang rugi siapa?.

Sebenarnya
solusinya sederhana, yaitu edukasi tentang betapa bahayanya penyalahgunaan
internet di jaman sekarang. Dengan edukasi yang baik dan benar saya rasa orang
Indonesia yang menggunakan internet akan lebih bijak dalam menggunakannya.
Memang pasti ada saja yang menyalahgunakan untuk kepentingan pribadi, namun
tugas pemerintah dan juga tugas kita bersama untuk memberi edukasi kepada
mereka, bukan balik membalasnya dengan hate
speech, bullying, dan fitnah.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eunice!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out